Minggu, 19 April 2015

Comandan in The Heart

Sekilas terlihat judul buku "Comandan 28" yang tersusun rapi di rak buku perpustakaan ini. Jadi teringat dan sedikit mengulang memori akan masa lalu ku saat hidup dalam Comandan 28 itu.
"Jangan kembali pulang cawa cawi
walau tidak kan menang
walau mayat terhampar di medan perang
untuk islam kami berjuang.."
Bait demi bait dituntun oleh kakak-kakak dan abang-abang panitia MasTa (Masa Ta'aruf) dengan semangat yang lugu kami bisaa menyanyikannya walaupun air mata tetap mengalir. Dengan atribut pamplet nama Pahlawan dan nama pribadi, kompeng, bedak dingin, topi pesta, tas plastik.
Sungguh sedih diawal kehidupan yang baru, usiaku baru beranjak 12 tahun yang kini harus hidup berasrama bersama teman-teman dari berbagai daerah, hidup bersama mengulang
hitungan jam 24 terus selamanya berasama, meninggalkan Ayah dan Mama, Kakak dan Abangku di Kampung. Aku punya tekad yang luar biasa yaitu ingin menjadi anak mandiri. Hari hari terus menyapa ku dengan penuh rasa aku jalani, kala itu capek, senang, sedih, kecewa pun telah ku alami, tidak hanya aku pastinya masing-masing dari teman-teman juga mengalami rasa yg sama. Dunia pendidikan hanyalah untuk aku rasanya, mulai bangun shubuh pukul 05.05 dan di lanjutkan dengan Tahfidz sebelum berangkat ke Madrasah, lalu kami breakfast, dan pada pukul 07.15 aku menuju sekolah (kadang-kadang sih lebih dikit waktunya :D) sampai pukul 01.00pm, segera menunaikan Shalat Dzuhur baru dilanjutkan dengan isi daya tubuh alias Launch, istirahat siang (aaahh akhirnya bobo ciang dulu deh..). Beda dengan aku, waktu siang dimana itulah waktu yg tepat untuk istirahat, tapi aku melewati waktu itu dengan menyembuhkan tangan aku yang tiap harinya terus mencari dimanakah bakat aku ?. (Simpan dulu iyaa...) Ashar pun tiba, lega bangun dari tempat tidur dengan rasa kaget karena suara ketukan  pintu oleh pamong yang mmebangunkan kami, usai Shalat Ashar bagi yang mempunyai jam belajar sore atau dayah sore yaa pergi dayah (bukan full belajar kitab-kitab kuning) adakalanya juga dayah Penjaskes hehe, lebih tepatnya kita sebut belajar tambahan sajalah.. Next time, sekitar pukul 17.30 jam tanbahan sore berakhir, selagi menuju waktu maghrib kami disibukkan dengan kegiatan antar cucian, mandi, dan makan malam.
 bla bla bala لجميع طلاب وطالبات في المدرسة العلوم قرآن ان تذهبا الي المصلا الان

Panggilan sudah terdengar artinya waktuny untuk pergi ke musalla, biasanya sih waktu maghrib aja yang paling ramai jama'ah nya, entah kenapa.. Berikutnya usai shalat maghrib jika ada jam tambahan malam, kami harus Go lagi ke kelas, satu jam untuk belajar tambahan sudah msuk Isya, Let's go to Musalla (saatnya lawan ngantuknya -_-). Lebih waktu 1 jam untuk belajar, usai Isya dan sebelum tidur. Huaa ngantuk juga jadiny nih.. Finally, tidur lagi deh sampai esok pagi dan ngulang lagi kegiatan itu.

Dalam aku menjalani hidup di asrama, adanya peraturan pasti ada yang melanggar atau terlanggar, ya istilahnya tidak sengaja, tapi yang namanya hidup dalam aturan tidak tumbuhnya istilah tidak sengaja, eh eh eh tuggu dulu kok uda kesitu ya.. hehe. Ada peraturan pasti ada pelanggarnya, kalimat keturunan tuh iya kalau datar-datar aja hidup di asrama kurang menyenangkan, alias mesti ada kena hukuman, seperti masuk mahkamah bahasa karna tidak berbahasa Inggris ataupun bahasa Arab, masuk mahkamah kebersihan karna makan di jalan atau pun kamar kurang bersih, bahkan bisa jadi pawai karna mungkin uda parah banget deh yaa plus dengan atribut lengkap yaitu pakaian abc (warna-warni), sendal dan sepatu, pin full on vail, sesuai perintah bawa gayung mandi, ember, atau payung, bahkan buat kalung dari aqua gelas.
Setahun, dua tahun, tiga tahun telah ku lalui bersama teman, merajut cinta dan kasih, merajut tali persaudaraan diantara kita, pertengkaran kecil itu pasti kan ada, namun pandai-pandai seseorang dalam mengatur kadar emosionalnya. Jadikan pertengkaran kecil itu cukup dengan lembaran hikmah, ambil hikmahnya aja siapa tau nanti nya kita bisa mengontrol emosional pribadi kita.
Sosialisasi UN Sehari sebelum UN MTsS 2011
Berarti kini aku telah menjadi siswa MTs tingkat 3 yang sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional Tingkat MTs atau SMP, Tahun ketiga aku berada di Madrasah Ulumul Quran ini begitu banyak rintangan dimana kita les 3 tahap, adakalanya di satu atau dua pertemuan ada jadwlnya yang malam, huft capek.. Namun itu bisa aku lalui dengan hati yang tenang sabar dan ikhlas dalam menuntut ilmu.



Bersambung... karna waktu yg mulai senja, aku harus kembali pulang.. (to be continuous)

0 komentar:

Posting Komentar