![]() |
| Direkam tanggal 13 September 2014 |
Langkah demi langkah ku lalui menuju Fakultas, merintih mata
kuliah Bahasa Arab pada hari itu dengan semangatnya disusuli oleh mata kuliah Bahasa Inggris. Hari sudah menunjukkan pukul 04.30pm dilanjutkan
dengan Matematika Ekonomi, seperti biasa perkelompok menjelaskan materi yang
telah diberikan, enggak terasa karena jam sudah menunjukan pukul 06.05pm kami
mengakhiri pertemuan MM Ekonomi itu dan Aku segera bergegas pulang ke Asrama, Rusunawa namanya.
Kegiatan rutin setelah shalat Maghrib ada ngaji bersama dan
kemudian dinner ala anak asrama, usai shalat Isya ada berbagai macam belajar malam.
Pada malam ini jatah ku untuk belajar di kelas, namun sedikit banyak keuntungan bagi yang mendapat jatah study club malam ini, karena suatu kenangan yang terlupakan, di akhir waktu belajarnya mereka membuktikan rasa cinta dan rasa rindunya dengan menetesnya air mata mereka di hari Ayah ini, sebagian mereka berkesempatan menyampaikan ungkapan rasa cintanya dihadapan mahasantri lainnya. Tidak mau kalah, Aku dan Teman-teman yang mendapat jatah belajar dikelas menyaksikan kebersamaan mengungkapkan rasa cinta dan rindu Kami dari lantai atas, tidak sedikit dari kami juga meneteskan air mata. Aku lari menuju kamar langsung ku on-kan laptop dengan segera Aku tuangkan rasa apapun itu. Hingga malam ini Aku bisa menuliskan satu ungkapan untuk mu Ayah, dengan tema Hari Ayah. Sungguh air mata ku hari ini hanya buat ayah seorang.
"Happy day For You, Ayah. I miss and I love Ayah"
Pada malam ini jatah ku untuk belajar di kelas, namun sedikit banyak keuntungan bagi yang mendapat jatah study club malam ini, karena suatu kenangan yang terlupakan, di akhir waktu belajarnya mereka membuktikan rasa cinta dan rasa rindunya dengan menetesnya air mata mereka di hari Ayah ini, sebagian mereka berkesempatan menyampaikan ungkapan rasa cintanya dihadapan mahasantri lainnya. Tidak mau kalah, Aku dan Teman-teman yang mendapat jatah belajar dikelas menyaksikan kebersamaan mengungkapkan rasa cinta dan rindu Kami dari lantai atas, tidak sedikit dari kami juga meneteskan air mata. Aku lari menuju kamar langsung ku on-kan laptop dengan segera Aku tuangkan rasa apapun itu. Hingga malam ini Aku bisa menuliskan satu ungkapan untuk mu Ayah, dengan tema Hari Ayah. Sungguh air mata ku hari ini hanya buat ayah seorang.
"Happy day For You, Ayah. I miss and I love Ayah"
Ribuan tetesan air mata mengalir hari ini
Membuktikan rasa cinta
dan rindu
Akan sosok semangat
dari sang Ayah
Akan waktu luangnya
bersama Ayah
Aku rindu akan
cerita-cerita dari Ayah
Aku rindu akan
kebersamaan itu
Aku rindu ukhwah yang
terjadi di rumah itu
Ayah berusaha sehat
walau sakit demi mengantar anaknya kembali ke pesantren
Ayah selalu luangkan
waktunya agar bisa menjeguk anak-anaknya
Meskipun itu dihimpit
oleh banyaknya kesibukan
Yang buahnya untuk
putra-putrinya
Ku rindu waktu mu yang
mengisi waktu ku dengan penuh nasehat dan motivasi
Namun ku sadar, kini
waktu yang berhak atas semuanya
Ku coba berteman
dengan baik dengan mu waktu
Agar ku tak lari dari
semua peta nasehat ampuh dari sang Ayah
Tak ada bahasa yang
dapat diucapkan
Ayah, Kaifa haluk ya
Abi?
I wish You so so so
well today, tomorrow and forever.
Nov, 12th
“Happy day For You, Ayah. I miss and I love Ayah”
Forgive me for all of
my mistake wa syukran jazilan ‘ala kulli hal,
Baik itu semangat,
motivasi dan bahkan doa dari Ayah untuk Intan.
Happy Father’s day –at Rusunawa, UINSU on November, 12th 2014

0 komentar:
Posting Komentar