Rabu, 12 November 2014

Ternyata Hari Ayah Juga Ada

Direkam tanggal 13 September 2014
Pagi itu terasa berbeda, Aku semakin bersemangat melewati hari ini.
Langkah demi langkah ku lalui menuju Fakultas, merintih mata kuliah Bahasa Arab pada hari itu dengan semangatnya disusuli oleh mata kuliah Bahasa Inggris. Hari sudah menunjukkan pukul 04.30pm dilanjutkan dengan Matematika Ekonomi, seperti biasa perkelompok menjelaskan materi yang telah diberikan, enggak terasa karena jam sudah menunjukan pukul 06.05pm kami mengakhiri pertemuan MM Ekonomi itu dan Aku segera bergegas pulang ke Asrama, Rusunawa namanya.
Kegiatan rutin setelah shalat Maghrib ada ngaji bersama dan kemudian dinner ala anak asrama, usai shalat Isya ada berbagai macam belajar malam.
Pada malam ini jatah ku untuk belajar di kelas, namun sedikit banyak keuntungan bagi yang mendapat jatah study club malam ini, karena suatu kenangan yang terlupakan, di akhir waktu belajarnya mereka membuktikan rasa cinta dan rasa rindunya dengan menetesnya air mata mereka di hari Ayah ini, sebagian mereka berkesempatan menyampaikan ungkapan rasa cintanya dihadapan mahasantri lainnya. Tidak mau kalah, Aku dan Teman-teman yang mendapat jatah belajar dikelas menyaksikan kebersamaan mengungkapkan rasa cinta dan rindu Kami dari lantai atas, tidak sedikit dari kami juga meneteskan air mata. Aku lari menuju kamar langsung ku on-kan laptop dengan segera Aku tuangkan rasa apapun itu. Hingga malam ini Aku bisa menuliskan satu ungkapan untuk mu Ayah, dengan tema Hari Ayah. Sungguh air mata ku hari ini hanya buat ayah seorang.
"Happy day For You, Ayah. I miss and I love Ayah"
Ribuan  tetesan air mata mengalir hari ini
Membuktikan rasa cinta dan rindu
Akan sosok semangat dari sang Ayah
Akan waktu luangnya bersama Ayah
Aku rindu akan cerita-cerita dari Ayah
Aku rindu akan kebersamaan itu
Aku rindu ukhwah yang terjadi di rumah itu
Ayah berusaha sehat walau sakit demi mengantar anaknya kembali ke pesantren
Ayah selalu luangkan waktunya agar bisa menjeguk anak-anaknya
Meskipun itu dihimpit oleh banyaknya kesibukan
Yang buahnya untuk putra-putrinya
Ku rindu waktu mu yang mengisi waktu ku dengan penuh nasehat dan motivasi
Namun ku sadar, kini waktu yang berhak atas semuanya
Ku coba berteman dengan baik dengan mu waktu
Agar ku tak lari dari semua peta nasehat ampuh dari sang Ayah
Tak ada bahasa yang dapat diucapkan
Ayah, Kaifa haluk ya Abi?
I wish You so so so well today, tomorrow and forever.
Nov, 12th “Happy day For You, Ayah. I miss and I love Ayah”
Forgive me for all of my mistake wa syukran jazilan ‘ala kulli hal,
Baik itu semangat, motivasi dan bahkan doa dari Ayah untuk Intan.

Happy Father’s day –at Rusunawa, UINSU on November, 12th 2014

0 komentar:

Posting Komentar